Klik

Cari Blog Ini

Get Big Money With Your Website or Blog

Get cash from your website. Sign up as affiliate.
Tampilkan postingan dengan label Yesus Kristus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yesus Kristus. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 April 2010

TERSINGKAPNYA TABIR RAHASIA ILAHI (Kolose 1:15-29)


Bagi sebagian orang sosok Yesus—yang lahir di kandang binatang di kota Betlehem—adalah seorang manusia biasa saja. Ia lahirkan di tempat yang tidak semestinya, karena tidak ada penginapan yang diberikan saat itu. Bukan berarti Yusuf dan Maria tidak punya uang untuk membayar penginapan, akan tetapi menurut catatan Injil Lukas demikianlah dikatakan bahwa mereka tidak mendapatkan tempat penginapan.  Namun, sebagian orang yang percaya kepada nubuatan, kehadiran Yesus ke dunia adalah bentuk tersingkapnya tabir rahasia Tuhan yang beradab-abad tersembunyi. Itulah yang diungkapkan oleh Paulus  kepada Jemaat di Kolose, dengan berkata, “…dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu, yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad,…yaitu; Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!  (ay. 25-28)
Mengapa pribadi Yesus menjadi kunci tersingkapnya rahasia Tuhan adalah pertanyaan penting yang harus dijawab. Sebab, Yesus bukan hanya sosok manusia 100% yang dapat dilihat dan dijamah, akan tetapi Ia juga diyakini sebagai Pribadi Allah sendiri yang adalah Owner dari seluruh ciptaan. Maksud dari tulisan ini bukanlah mendikotomikan tentang pribadi dan pekerjaan Allah dalam Perjanjian Lama (PL) atau dalam Perjanjian Baru (PB). Akan tetapi, agar kita bisa melihat maksud pernyataan Paulus tentang siapa Yesus.
Saya akan mengulang ingatan kita pada Pribadi Tuhan dalam PL. Dalam perjanjian ini tidak dimungkiri bahwa pribadi Tuhan itu sangat transendent  sekali. Kendati sesekali Ia menampakkan diri dengan wujud manusia, seperti dalam kisah pergulatan Yakub dengan seseorang atau berwujud seperti malaikat, nampaknya pribadi Allah tetap tidak tersentuh. Terkecuali dalam kasus khusus yang dialami oleh Musa di Gunung Sinai. Bagi umat pilihan-Nya yaitu Israel, Allah tetap menjadi Tuhan yang jauh, tidak terlibat dalam alam, tersembunyi, “kejam”, bahkan sangat menakutkan. Sementara pekerjaan-Nya penuh dengan mujizat, kuasa, “kekerasan”, penuh dengan kejutan dan tuntutan.  Dengan pribadi seperti ini Allah yang penuh kasih itu ter-image sebagai Tuhan yang tidak kompromistis. Kitab Ibrani sangat jelas mengatakan, “Tuhan adalah api yang menghanguskan” (12:29).
Image ini terus berlangsung dalam peradaban manusia berabad-abad lamanya. Tuhan yang telah berjanji akan menyelamatkan manusia dari dosa, menjadi Tuhan yang silent dan tidak berbuat apa-apa. Itu yang dirasakan oleh Bangsa Israel ketika mereka ditindas oleh bangsa-bangsa lain, seperti Negeri Babel dan Romawi bertepatan lahirnya Yesus ke bumi. Nubuatan yang dilontarkan oleh Nabi Yesaya nampaknya “bualan kosong” yang sifatnya retorika psikologis yang hanya membangkitkan harapan sementara. Kehadiran Mesias sebagai penyelamat pun menjadi jargon yang diperuntukkan kepada “orang gila” yang pesimis akan hidup. Akan tetapi, secara iman Bangsa Israel tetap mengharapkan lahirnya Sang Pembebas yang dijanjikan Tuhan, tanpa terkecuali Paulus, yang saat itu masih bernama Saulus menjabat anggota Sanhedrin dari Kaum Farisi yang fundamental.
Sayangnya sejarah berkata lain. Sang Pembebas itu lahir dari keturunan orang biasa, bahkan di Kandang Domba yang hina, yang sama sekali tidak masuk hitungan seperti nubuatan Yesaya. Yesus  yang diharapkan oleh banyak orang sebagai pembebas justru menentang sebuah tradisi keagamaan yang sifatnya munafik. Seluruh kaum, kerabat dan bangsa-Nya sendiri menolak Dia, termasuk Paulus. Namun, pada perjalanan pertobatannya, paradima Paulus pribadi Allah dan pekerjaan-Nya berubah total. Tuhan yang dianggap transendent justru menjadi Tuhan yang immanent. Ia yang tidak terlihat kini menampakkan diri-Nya menjadi manusia, hadir di tengah-tengah kehidupan. Tuhan yang mengerti bahasa manusia, dapat lapar dan dahaga, sedih dan marah, bahkan yang mengerti persoalan manusia. Lebih jauh lagi, Yesus pun menjadi Tuhan yang berani mencucurkan darah-Nya, mati di Kayu Salib untuk menebus dosa manusia. Inilah maksud mengapa Paulus berkatan bahwa Pribadi Yesus adalah rahasia Tuhan yang tersembunyi berabad-abad, namun telah disingkapkan  oleh Allah kepada manusia, dengan tujuan agar setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. GBU (GG)

Selasa, 06 April 2010

Tiada Yang Mustahil Bagi Allah (Lukas 1:38)


Sungguh! Pribadi Yesus merupakan sebuah kontroversial dari abad ke abad. Tidak ada isu yang menarik tanpa mempertanyakan kepribadian Yesus sebagai Allah. Josh McDowell, dalam bukunya Siapakah Yesus Kristus pernah menuliskan pengalaman pribadinya tentang bagaimana banyak orang mempertanyakan iman Kristen. Paling banyak orang—yang diyakini atheis—bertanya mengapa Yesus dapat dikatakan sebagai Tuhan, sementara kelahiran-Nya pun tidak masuk akal. Bahkan lebih ekstrim lagi  Yesus  dianggap sebagai “orang gila” yang mengaku-aku Tuhan itu sendiri.

Kontroversial terakhir yang paling spektakuler adalah penyelidikan Don Brown dan ditemukannya Makam Yesus oleh para arkeolog. Buku fiksi yang dianggap Brown sebagai fakta menyimpulkan bahwa Yesus pernah menikah dan memiliki beberapa anak dari Maria Magdalena, sang pelacur yang terus mengiringi Yesus dalam pelayanan-Nya. Sementara Makam yang ditemukan oleh para arkeolog menyimpulkan bahwa Yesus tidak pernah  bangkit, karena tulang belulangnya masih ada. Artinya, dua kesimpulan ini menyatakan Yesus bukan Tuhan dan tidak pernah bangkit, seperti diyakini oleh iman Kristen di seluruh dunia.

Dua kontroversial ini hanya bisa dijawab dengan kalimat, “Tiada yang mustahil bagi Allah.” Anda mungkin berpikir, “sesederhana itukah?” Jawaban saya: “Ya”, sebab Alkitab yang menyatakannya. Alkitab adalah dokumen yang sangat tua, yang telah teruji oleh sejarah menjelaskan minimal 3( tiga) kemustahilan (supranatural) yang diperbuat oleh Tuhan bagi manusia, apalagi berkaitan dengan kepribadian Yesus sebagai Allah 100% dan Manusia 100%.

Pertama, adalah kelahiran Yesus. Ia lahir dari kandungan Maria yang sangat kudus. Dikatakan kudus karena sama sekali tidak ada persetubuhan antara Maria dengan Yusuf, tunangannya. Bahkan Alkitab menjelaskan  Yesus berasal dari Roh Kudus. Jadi, kandungan Maria hanya sebagai alat Tuhan untuk melahirkan Yesus. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Itulah yang dikatakan oleh Malaikat Gabriel, “Tidak ada yang mustahil bagi Allah” (Luk. 1:38). Artinya, jika Tuhan dapat menciptakan bumi dan segala isinya hanya dengan sebuah kalimat, “Jadilah” maka semua jadi, masakan untuk menjadi manusia Ia tidak bisa lakukan? Hal yang sangat bodoh untuk tidak mempercayainya.

Kebangkitan Yesus dari kubur adalah hal supranatural kedua yang dilakukan oleh Tuhan. Alkitab berkata kubur itu kosong (Mat. 28:1-10; Mrk. 16:1-8; Luk. 24:1-12; Yoh. 20:1-10). Fitnah yang dikatakan Mahkamah Agama mengenai jasad Yesus yang dicuri oleh para murid sangat tidak berasalan. Jika kita baca keempat pasal di atas, bahwa kubur Yesus dijaga sangat ketat, bahkan ada materai –sebagai legitimasi—bahwa kubur Yesus milik Pilatus, tidak bisa diganggu gugat. Bukti kedua Yesus bangkit adalah Ia menampakkan Diri-Nya selama 40 hari kepada para murid, dan saat Ia naik ke sorga disaksikan lebih dari puluhan orang yang melihat Dia. Dari bukti ini bisa simpulkan bahwa penemuan arkeolog tentang Makam Yesus dengan tulang belulangnya TIDAK BENAR, apalagi FIKSI yang dituliskan oleh Brown, SANGAT TIDAK BENAR.

Satu yang terakhir yang lebih spektakuler yang dilakukan oleh Tuhan adalah kedatangan-Nya yang sangat dahsyat. Film 2012 yang bombastis—yang dicekal untuk diputar di Indonesia karena meresahkan masyarakat--saja sudah menjadi bukti betapa menakutkannya bila Yesus datang kedua kalinya. Saya meyakini bahwa film 2012 bukanlah gambaran yang sebenarnya, akan tetapi akan terjadi lebih dahsyat dari itu. Semua orang akan tidak berdaya ketika Sangkakala Tuhan berbunyi, dan Yesus Kristus berada di awan-awan menjemput umat-Nya yang setia. Dan itu semua sangat tidak lazim. Untuk itulah Alkitab berkata, “TIADA YANG MUSTAHIL BAGI ALLAH.” (GG)